Mungkin dia akan kembali merangkai kata menggambarkan yang terjadi disekitarnya terhadapnya, bukan yang terjadi padanya dan dirinya. Mungkin dia sedikit lupa bagaimana menutup semua hordeng sehingga yang diluar tidak terlalu bisa melihat apa yang dia lakukan didalam. Ya, mungkin baiknya begitu.
Semuanya terasa bisa membacanya, mengetahui keadaannya, melihatnya seperti itu. Semuanya menjadi tau apa yang sedang terjadi padanya. Begitu transparan sepertinya sehingga mereka menatapnya seolah-olah dia tidak memakai busana keluar dari zona persembunyiannya. Semuanya terlihat. Dan dia risih, dia tidak suka. Kenapa dia begini? Begitu mudah terbaca?
Kenapa yang dia rasa begitu mudah muncul diraut wajah? Atau dikening? Atau lewat mata?
Ya, pasti lewat mata. Mana pernah dia dulu berani menantang mata lawan bicara. Pernah, tapi itu juga karna dia ingin membacanya kan. Tapi sekarang? Kenapa dia begitu transparan?
Kenapa semua orang terasa mengetahui apa-apa tentangnya? Kenapa semua orang terasa bisa melihat kondisinya? Kenapa dia gampang ditebak? Kenapa dia mudah terbaca? Kenapa dia begitu transparan?